ASKEP AML PDF

Acute myeloid leukemia – Homo sapiens (human), Help. [ Pathway menu | Organism menu | Pathway entry | Download KGML | Show description | User data . A Case Study I’ve made during College days. I’m not very smart, but I wish to impart knowledge from what I have learned from this disease. Comments are highly. Looking for Documents about ASKEP AML? Hydra AML – Game changing AML platform – Pitch – November Thomson Reuters AML/CFT Workflow.

Author: Tygogore Tektilar
Country: Peru
Language: English (Spanish)
Genre: Spiritual
Published (Last): 2 July 2013
Pages: 327
PDF File Size: 19.22 Mb
ePub File Size: 12.40 Mb
ISBN: 635-4-20219-170-7
Downloads: 63955
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Shakazahn

Askep Acute Myeloid Leukimia. Leukemia Myeloid Akut leukemiaFull description. Acute Medicine Emergency medicine book. Acute Gastritis case study acute gastritis.

Acute Gastroenteritis case study on acute Gastroenteritis. Acute Respiratory Failure wdwddwd.

Askep Acute Myeloid Leukimia.doc

Referat Acute Liver Failure interna medicine. Pathophysiology of Acute Gastroenteritis. Referat Acute Limb Ischemia aksep limb ischemic. I’m not very smart, but I wish to impart knowledge from what I have learned from this disease. Comments are highly welcomed, all for the sake of learnin Sel abnormal ini dapat menyebabkan kegagalan sumsum tulang.

KEGG PATHWAY: Acute myeloid leukemia – Homo sapiens (human)

Askdp dan Kronis dan dapat diklasifikasikan berdasarkan Tipe sel asal yaitu: Mielositik dan Limfositik a. Semua kelompok usia dapat terkena; insidensi meningkat sesuai bertambahnya usia. Merupakan leukemia nonlimfositik yang paling sering terjadi. Gejala klinis yang dapat terlihat pada pasien AML adalah rasa lelah ,pucatnafsu makan hilanganemiapetekieperdarahannyeri tulangserta infeksi dan pembesaran kelenjar getah bening.

Askep Acute Myeloid – PDF Free Download

Sering terjadi pada anakanak, laki-laki lebih banyak dibanding perempuan, puncak insiden usia 4 tahun, setelah usia 15 ALL jarang terjadi. CML merupakan leukemia kronis dengan gejala yang timbul perlahan-lahan dan sel leukeminya berasal dari transformasi sel induk myeloid d.

Manifestasi klinis pasien tidak menunjukkan gejala, baru terdiagnosa saat pemeriksaan fisik aske penanganan penyakit lain. AML meliputi leukemia mieloblastik akut, leukemia monoblastik akut, leukemia mielositik akut, leukemia monomieloblastik, asskep leukemia a,l akut 4.

Faktor lain yang turut berperan adalah: Saudara kandung Dilaporkan adanya resiko leukemia asep yang aaskep pada kembar identik dimana kasus-kasus leukemia akut terjadi pada tahun pertama kelahiran. Faktor Lingkungan Beberapa faktor lingkungan di ketahui dapat menyebabkan kerusakan kromosom dapatan, misal: Bahan Kimia Paparan kromis dari bahan kimia misal: Wiernik,; Wilson, Selain benzen beberapa bahan lain dihubungkan dengan resiko tinggi dari AML, antara lain: Obat-obatan Obat-obatan anti neoplastik misal: Radiasi Hubungan yang erat antara radiasi dan leukemia ANLL ditemukan pada pasienpasien anxylosing spondilitis yang mendapat terapi radiasi, dan pada a,l lain seperti peningkatan insidensi leukemia pada penduduk Jepang yang selamat dari ledakan bom atom.

Peningkatan resiko leukemia ditemui askpe pada pasien yang mendapat terapi radiasi misal: Virus Dalam banyak percobaan telah didapatkan fakta bahwa RNA virus menyebabkan leukemia pada hewan termasuk primata. Penelitian pada manusia menemukan adanya RNA dependent DNA polimerase pada sel-sel leukemia tapi tidak ditemukan pada sel-sel normal dan enzim ini berasal dari virus tipe C yang merupakan virus RNA yang menyebabkan leukemia pada hewan.

Salah satu virus yang terbukti dapat menyebabkan leukemia pada manusia adalah Human T-Cell Leukemia. Virus ini ditemukan oleh Takatsuki dkk Kumala, Dan sel leukemik dibedakan menjadi 2 tipe, tipe 1 tanpa granula dan tipe 2 dengan granula, dimana tipe 1 dominan di M1. Nukleus bervariasi dalam a,l maupun ukuran, kadang-kadang berlobul. Sitoplasma mengandung granula besar, dan beberapa promielosit mengandung granula berbentuk seperti debu.

  IEC 60268 7 PDF

Terbagi menjadi dua, M5a dimana sel monosit dominan adalah monoblas, sedang pada M5b adalah promonosit dan monosit. M5a jarang terjadi dan hasil perawatannya cukup baik. Eritroblas ini mempunyai gambaran morfologi abnormal berupa bentuk multinukleat yang raksasa. Perubahan megaloblastik ini terkait dengan maturasi yang mal sejalan antara nukleus dan sitoplasma.

M6 jarang terjadi dan biasanya kambuhan terhadap kemoterapi-induksi standar. Yoshida, ; Wetzler dan Bloomfield, 6. Pembengkakan gusi Pembengkakan gusi berupa pembengkakan papila dan margin gusi. Pembengkakan ini terjadi akibat infiltrasi sel leukemik di dalam lapisan retikular mukosa mulutdi buktikan dari hasil biopsi dan FNAB mukosa rongga mulut Nugroho, ; Axkep Mukosa mulut yang mengalami infiltrasi sel leukemik adalah mukosa yang sering mengalami trauma minor, misal mukosa sepanjang garis oklusi, palatum, lidah dan sudut mulut Rusliyanto, ; Glickman, cit Berkovitz Pembesaran gusi ini juga diduga diakibatkan oleh inflamasi kronis yang disebabkan sskep plak, berupa inflamasi karena gingivitis kronis derajat ringan yang juga ditemui pada gusi yang sehat secara klinis Widjaja, ; Moughal et al, cit Berkovitz Perdarahan Perdarahan pada kasus leukemia bisa berupa petekie, ekimosis maupun perdarahan spontan Lister, al Sering terjadi pada kasus-kasus leukemia akut yang disertai penurunan jumlah trombosit trombositopeni serta keabnormalan morfologi dan fungsi trombosit Widmann, Trombosit merupakan komponen penting dalam proses pembekuan darah, yaitu berfungsi untuk membentuk sumbat trombosit.

Sumbat trombosit berasal dari agregrasi trombosit yang menutup robekan pembuluh darah. Trombosit juga berperan terhadap aktivasi fibrinogen menjadi f ibrin yang merupakan sumbat tetap dalam proses pembekuan darah. Penurunan jumlah trombosit trombositopeni serta keabnormalan morfologi dan fungsi trombosit akan mengakibatkan kecenderungan perdarahanan Guyton, ; Ganiswara, Perdarahan diakibatkan juga karena kerusakan pembuluh darah.

Kerusakan pembuluh darah diakibatkan oleh rupturnya kapiler. Darah meningkatnya viskositasnya akibat adanya sel leukemik dengan konsentrasi tinggi.

Kondisi ini menyebabkan tekanan intra kapiler darah wskep. Penghentian aliran darah dengan viskositas dan tekanan tinggi ini menyebabkan pembuluh darah kapiler ruptur Wiernik, Kebersihan rongga mulut yang buruk, jaringan periodontal yang tidak sehat dan iritasi lokal diduga menjadi penyebab lain dari perdarahan rongga mulut Wezler, ; Nugroho asskep Kondisi lokal rongga mulut yang buruk, dapat menyebabkan keradangan dan berakibat mudah terjadi perdarahan.

Ulserasi Ulserasi pada rongga mulut penderita leukemia akut diduga disebabkan karena adanya kegagalan mekanisme pertahanan tubuh. Neutrofil mengalami penurunan fungsi berupa kegagalan fagositosis dan migrasi.

Pada kondisi ini trauma yang kecil pun dapat menyebabkan terjadinya ulser Rusliyanto, Jumlah sel leukemik yang banyak pada darah tepi dapat menyebabkan statis pembuluh darah kecil sehingga terjadi anemia Burket, cit Berkovitz, Sinrod, cit Berkovitz; Bodey, cit Berkovitz; Segelman dan Doku,cit Berkovitzselanjutnya terjadi nekrosis dan ulkus Rusliyanto, Limfadenopati limfadenopati berupa pembesaran kelenjar limfe, terjadi akibat adanya infiltrasi sel leukemik ke dalam kelenjar limfe Lister, ; Rusliyanto, ; Berkovitz, dan juga diduga adalah limfadenitis reaktif sebagai proses pertahanan tubuh terhadap tubuh terhadap radang yang merupakan proses fisiologis tubuh Rubbins dan Khumar, Hematopoesis yang pada usia dewasa seharusnya terjadi pada sumsum tulang, terganggu karena sel leukemik dari proses multiplikasi sel prekursor leukemik mempunyai masa hidup yang lebih lama, menginfiltasi sumsum tulang serta mendesak sel-sel normal.

Pernyataan Guyton ini didukung oleh W.

TOP RESULTS

Ganong yang menyatakan bahwa hematopoesis ekstra medular dapat terjadi pada usia dewasa akibat adanya penyakit yang menyebabkan fibrosis atau kerusakan sumsum tulang. Pembesaran ini mampu mencapai ukuran sebesar telur ayam Pitojo S, Infeksi Infeksi sangat sering terjadi pada penderita leukemia akut, baik infeksi jamur, bakteri maupun infeksi virus. Kondisi ini diakibatkan oleh kegagalan mekanisme pertahanan tubuh untuk menanggulangi infeksi.

  CANON IMAGERUNNER 1370F MANUAL PDF

Pada penderita leukemia akut terjadi neutropenia Barret, dan neutrofil itu sendiri mengalami penurunan fungsi berupa kegagalan fagositosis dan migrasi Rusliyanto, ; Berkovitz, Infeksi jamur kandida secara klinis dapat dijumpai berupa lesi putih maupun lesi merah. Lesi putih berupa warna yang lebih putih dari jaringan disekelilingnya, lebih tinggi dari sekitarnya, lebih kasar atau memiliki tekstur yang berbeda dari jaringan normal yang ada di sekelilingnya.

Lesi putih -ini bisa merupakan lesi yang keratotik atau non keratotik berdasarkan kemudahan diangkat dengan gosokan atau kerokan lembut. Lesi yang mudah diangkat dan seringkali menimbulkan suatu daerah yang kasar atau sedikit kemerahan dari mukosa bisa berupa debris atau peradangan pada pseudomembranous mukosa mulut yang disebut lesi non keratotik.

Lesi akibat infeksi jamur Kandida seringkali dikaitkan dengan keradangan pada pseudomembranous mukosa atau ikut berperan dalam etiologi lesi hiperkeratotik walaupun dapat berupa lesi putih yang disertai lesi hipokeratotik. Infeksi jamur yang lain dapat berupa angular cheilitis, dan median rhomboid glossitis Brightment, Infeksi bakteri gram negatif yang menyebabkan pneumonia sangat sering terjadi.

Dan satu-satunya tanda klinis yang biasa dijumpai adalah demam Wiernik; Diagnosa Leukemia Akut Penegakan diagnosa leukemia akut dilakukan dengan berdasarkan pada anamnesapemeriksaan klinispemeriksaan darah dan pemeriksaan sumsum tulang pada beberapa kasus.

Normalnya, produksi sel darah tertentu dari prekusor sel stem diatur sesuai kebutuhan tubuh. Apabila mekanisme yang mengatur produksi sel tersebut terganggu, sel akan membelah diri sampai ke tingkat sel yang membahayakan proliferasi neoplastik.

Proliferasi neoplastik dapat terjadi karena kerusakan sumsum tulang akibat radiasi, virus onkogenik, maupun herediter.

Sel polimorfonuklear dan monosit normalnya dibentuk hanya dalam sumsum tulang. Sedangkan limfosit dan sel plasma dihasilkan dalam berbagai organ limfogen kelenjar limfe, limpa, timus, tonsil. Beberapa sel darah putih yang dibentuk dalam sumsum tulang, khususnya granulosit, disimpan dalam sumsum tulang sampai mereka dibutuhkan dalam sirkulasi. Bila terjadi kerusakan sumsum tulang, misalnya akibat radiasi atau bahan kimia, maka akan terjadi proliferasi sel-sel darah putih yang berlebihan dan imatur.

Pada kasus AML, dimulai dengan pembentukan kanker pada sel mielogen muda bentuk dini neutrofil, monosit, atau lainnya dalam sumsum tulang dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh sehingga sel-sel darah putih dibentuk pada banyak organ ekstra medula.

Sedangkan secara imunologik, patogenesis leukemia dapat diterangkan sebagai berikut. Bila virus dianggap sebagai penyebabnya virus onkogenik yang mempunyai struktur antigen tertentumaka virus tersebut dengan mudah akan masuk ke dalam tubuh manusia dan merusak mekanisme proliferasi.

Seandainya struktur antigennya sesuai dengan struktur antigen manusia tersebut, maka virus mudah masuk. Bila struktur antigen individu tidak sama dengan struktur antigen virus, maka virus tersebut akan ditolaknya. Sistem HL-A diturunkan menurut hukum genetik, sehingga etiologi leukemia sangat erat kaitannya dengan faktor herediter.

Akibat proliferasi mieloid yang neoplastik, maka produksi elemen darah yang lain tertekan karena terjadi kompetisi nutrisi untuk proses metabolisme terjadi granulositopenia, trombositopenia.

Sel-sel leukemia juga menginvasi tulang di sekelilingnya yang menyebabkan nyeri tulang dan cenderung mudah patah tulang. Proliferasi sel leukemia dalam organ mengakibatkan gejala tambahan: Pasien dengan CBC kurang dari Jumlah leukosit lebih dari Pemindaian tulang atau survei kerangka, mengkaji keterlibatan tulang.